Dari Luka Menuju Penerimaan: Kisah Remaja Perempuan Korban Familial Sexual Abuse
Abstract
Adolescents are a vulnerable group to sexual violence due to a lack of sexual education, media influence, and complex social dynamics that exacerbate their vulnerability to sexual violence. This vulnerability is reflected in data on sexual violence in Indonesia, with 16,781 cases of sexual violence in 2024. Sexual violence is not only perpetrated by strangers but can also be perpetrated by parents or family members. This study aims to describe and understand the process of self-acceptance in adolescent girls who are victims of familial sexual abuse. Data were collected through observation and in-depth interviews with two participants who experienced familial sexual abuse at the ages of 14 and 13. The results showed that the participants had self-acceptance, reflected in the awareness that they still have support, a greater appreciation for life, and the choice to continue living. The process of self-acceptance can occur in stages, namely through resisting, exploring, tolerating, allowing, and befriending. This process is shaped by internal and external factors that have the potential to increase self-acceptance.
Downloads
References
Affa, R. F., & Rodiah, I. (2024). Penerimaan diri korban kekerasan seksual pada remaja di Yayasan Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM) Surakarta. Jurnal Riset Aktual Psikologi, 15(1).
Ahyun, F. Q., Solehati., & Prasetiya, B. (2022). Faktor penyebab terjadinya pelecehan seksual serta dampak psikologis yang dialami korban. AL-ATHFAL, 3(2), 92-97. DOI: https://doi.
org/10.46773/alathfal.v3i2.488
Agyei, F. B., & Kaura, D. K. (2023). A systematic review of effective parent-adolescent sexual and reproductive health information communication in lower-and middle-income countries. Health SA Gesondheid, 28, 1-9. DOI: https://doi.org/10.4102/hsag.v28i0.2435
Alika, O., Handayani, A., & Rakhmawati, D. (2024). Penerimaan diri dan sikap percaya diri pada anak sekolah dasar. Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 10(1), 607-618. https://doi.org/10.
/didaktik.v10i1.2664
Alwi, Z. R., & Fitriani, D. R. (2023). Konsep diri korban kekerasan seksual dalam perspektif komunikasi intrapersonal. Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi, 7(2), 85-96. DOI: https://doi.org/10.51544/jlmk.v7i2.4540
Amahoru, A., & Sampe, P. D. (2023). Psychological well-being pada anak usia 5 tahun yang mengalami kekerasan seksual di Ambon. AlBanna: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(1), 10-17. DOI: https://doi.org/10.24260/albanna.v3i1.1848
Amalia, F., & Darojat, A. A, (2022). Peran dukungan sosial keluarga dalam proses penerimaan diri pada remaja korban kekerasan seksual. Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies, 2(2), 101-113. DOI: https://doi.org/10.24042/jwcs.v2i2.15269
Aminova, D. A., Arifin, M., & Zulfiani, D. (2019). Studi penanganan anak korban kekerasan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Samarinda. Jurnal Administrasi Negara, 7, 9243-9256. https://ejournal.ap.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2019/11/New_e-Journal%20(11-06-19-07-01-17).pdf
Amirah, N., Firman, F., & Netrawati, N. (2025). Pengaruh self-acceptance dan self-depriciation terhadap irrational belief pada siswa dengan hasil belajar rendah. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(12), 66-70. https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/Socius/article/view/
Anwar, F. K., & Humairoh, K. N. (2025). Dinamika kekerasan seksual di lingkungan sekolah: Analisis kasus dan implikasinya terhadap kesehatan mental siswa. Jurnal Pengembangan dan Penelitian Pendidikan, 7(2), 46-59. https://journalversa.com/s/index.php/jppp/article/
view/1153
Aris, S., & Rudiatin, E. (2022). Respon perempuan terhadap kekerasan seksual (Studi kasus di Kereta Rel Listrik Jabodetabek). KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services, 3(2), 120-129. DOI: https://doi.org/10.24853/jks.v3i2.17775
Azwar, S. (2017). Metode penelitian psikologi. Pustaka Belajar.
Bernard, M. (2013). The strength of self-acceptance: Theory, practice, and research. Springer.
Dahlia, S., Yusran, S., & Tosepu, R. (2022). Analisis faktor penyebab perilaku pelecehan seksual anak di bawah umur di Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Nursing Update, 13(3), 169-179. DOI: 10.36089/nu.v13i3.840
Dewi, G., & Nurmadiah, N. (2025). Anak sebagai korban kekerasan seksual (dampak dan faktor penyebabnya). Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 10(3), 2393-2397. DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3930
Ekawati, A. (2020). Hubungan antara penerimaan diri dan kecemasan terhadap status mantan narapidana. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran, 2(1), 27–33. http://ejournal-jp3.com/index.php/Pendidikan/article/view/92
Fairuz, M. Z. (2023). Penanggulangan inces yang berdampak pada korban di Indonesia. Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia, 2(2), 248-258.
Gbahabo, D. D., & Duma, S. E. (2021). "I just became like a log of wood… I was paralyzed all over my body": Women's lived experiences of tonic immobility following rape. Heliyon, 7(7), 1-9. https://www.cell.com/heliyon/fulltext/S2405-8440(21)01574-7
Gregório Hertz, P., Rettenberger, M., Turner, D., Briken, P., & Eher, R. (2022). Hypersexual disorder and recidivism risk in individuals convicted of sexual offenses. The Journal of Forensic Psychiatry & Psychology, 33(4), 572-591. DOI: https://doi.org/10.1080/14789949.2022.
Gunawan, A., Zen, I. M., & Riani, S. N. (2024). Dampak dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dalam tinjauan islam. Jurnal Ruhul Islam, 2(2), 140-158.DOI: https://doi.org/10.33476/jri.v2i2.222
Hachenberger, J., Teuber, Z., Li, Y. M., Abkai, L., Wild, E., & Lemola, S. (2023). Investigating associations between physical activity, stress experience, and affective wellbeing during an examination period using experience sampling and accelerometery. Scientific Reports, 13(1), 1-10. https://doi.org/10.1038/s41598-023-35987-8
Hikmiyah, H. H., Musthofa, A. R., & Naim, A. Z. (2023). Dampak psikologis korban inses: Analisis terhadap kualitas hidup dan fungsi sosial dalam pendekatan empiris normatif. Legitima: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 5(2), 347-362. DOI: https://doi.org/10.33367/legitima.v5i2.4080
Iskandar, W., Azizah, N., & Satriani, S. (2022). Pengaruh pelecehan seksual terhadapmental siswa di Duta Pelajar Gowa. JBKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, 1(02), 44-52.
Kase, A. D., Sukiatni, D. S., & Kusumandari, R. (2023). Resiliensi remaja korban kekerasan seksual di Kabupaten Timor Tengah Selatan: Analisis Model Miles dan Huberman. INNER: Jurnal Penelitian Psikologi, 3(2), 301-311. DOI: https://aksiologi.org/index.php/inner/article
/view/1261
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2024). Ringkasan data kekerasan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan
Koritelu, M. C. K., Desi., & Lahade, J. (2021). Penerimaan diri dan kualitas hidup penderita hiv/aids di Kota Ambon. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 9(2), 263-274. DOI: https://doi.org/10.26714/jkj.9.2.2021.263-274
Latiff, M. A., Fang, L., Goh, D. A., & Tan, L. J. (2024). A systematic review of factors associated with disclosure of child sexual abuse. Child Abuse & Neglect, 147, 1-14. DOI: https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2023.106564
Lewoleba, K. K., & Fahrozi, M. H. (2020). Studi faktor-faktor terjadinya tindak kekerasan seksual pada anak-anak. Jurnal Esensi Hukum, 2(1), 27-48. DOI: https://doi.org/10.35586/esensihukum.v2i1.20
Machmud, H. (2023). Impact inces marham pada anak (Studi kekerasan seksual pada anak). Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 176-186. DOI: 10.37985/murhum.v4i1.178
Mansyur, M., Mathius, D., Assegaf, Z. G., Paradise, N. P., & Sahabuddin, S. (2025). Karakteristik tindakan asusila di bawah umur di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Tahun 2024. CENDEKIA: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, 2(7), 1126-1149. DOI: https://doi.org/10.62335/cendekia.v2i7.1513
Marjono, D. S. A., & Herdiana, I. (2025). Gambaran penerimaan diri pada perempuan yang pernah mengalami pelecehan seksual anak oleh ayah. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(2), 96-106. DOI: http://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/11583
Muslim., Farizi, F. A., Azzahra, N., & Hidayati, N. (2024). Analisis dampak inses dalam perspektif Q-S Surat An-Nisa ayat 23. Jurnal Ilmu Hukum, 1(4), 1-8.
Nabila, N.A., Baroroh, U., & Mashis, B. M. (2023). Fakta kekerasan seksual di Pesantren Kabupaten Pati. Al-I'timad: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam, 1(1), 90-109. DOI: https://doi.org/10.35878/alitimad.v1i1.724
Nasution, I. F., Muzzamil, F., Azzharah, S., & Islamyazizah, A. (2024). Kekerasan seksual pada remaja. Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi, 2(3), 235-244. https://doi.org/10.61132/observasi.v2i3.498
Neff, K. D., & Germer, C. (2018). The mindful self-compassion workbook. The Guilford Press.
Nihayah, U., Winata, A. V. P., & Yulianti, T. (2021). Penerimaan diri korban toxic relationship dalam menumbuhkan kesehatan mental. Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan, 5(2), 48-55. DOI: https://doi.org/https://doi.org/10.19109/ghaidan.
v5i2.10567
Novrianza, N., & Santoso, I. (2022). Dampak dari pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha , 10(1), 53-64. DOI: https://doi.org/10.23887/jpku.v10i1.42692
Padillah, D. F., & Nurchayati. (2022). Penerimaan diri pada korban kekerasan seksual sekaligus pelaku pembunuhan. Jurnal Riset Aktual Psikologi, 13(2), 136-153. DOI: 10.24036/rapun.v13i2. 118037
Prameswari, V., & Khoirunnisa, R. N. (2020). Penerimaan diri pada perempuan korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh keluarga. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 7(4), 62-78. DOI: https://doi.org/10.26740/cjpp.v7i04.36534
Ramadani, R. T., Hidayati, N. O., & Hernawaty, T. (2022). Penerimaan diri pada anak didik lapas (andikpas) di Lembaga Pembinaan Khsus Anak (LPKA). Jurnal Keperawatan, 14(1), 47-54.
Ramadhani, S. R., & Nurwati, R. N. (2023). Dampak traumatis remaja korban tindakan kekerasan seksual serta peran dukungan sosial keluarga. Sosial Work Jurnal, 12(2), 131-137. DOI: https://doi.org/10.24198/share.v12i2.39462
Rahmawati, D. D., & Nurchayati. (2023). Self-acceptance perempuan penyintas kekerasan seksual dalam pacaran. Jurnal Penelitian Psikologi, 10(1), 206-221. DOI: https://doi.org/10.26740/cjpp.v10i1.53164
Rantung, V. G., Mandang, J. H., & Sengkey, M. M. (2025). Penerimaan diri pada korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh keluarga (incest). PSIKOPEDIA, 6(2), 195-208.
Safitri, W., Meiyuntariningsih, T., & Aristawati. A. R. (2024). Hubungan antara penerimaan diri dengan resiliensi pada pasien penderita kanker. Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 2(3), 196–202. DOI: 10.62379/jishs.v2i3.1498
Sahabat, E. V., Rindengan, M. E., & Naharia, M. (2025). Kesejahteraan psikologi korban pelecehan seksual wanita dewasa awal di Kelurahan Matani 2 Kota Tomohon. PSIKOPEDIA , 6(2), 185-194. DOI: https://doi.org/10.53682/pj.v6i2.12012
Setyaningrum, I. A., & Equatora, M. A. (2023). Building self-acceptance in victims of sexual violence with online guidance. Journal of Advanced Guidance and Counseling, 4(1), 13-27. DOI: https://doi.org/10.21580/jagc.2023.4.1.9292
Soetjiningsih, H. C. (2018). Perkembangan anak. Prenada Media Group.
Suliswarno, S. B. (2022). Resiliensi pada remaja putri korban kekerasan seksual. Motivasi: Jurnal Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, 9(1).
Sugiyono. (2019). Metode penelitian & pengembangan research and development. Alfabeta.
Suryana, E., Hasdikurniati, A. I., Harmayanti, A. A., & Harto, K. (2022). Perkembangan remaja awal, menengah, dan implikasinya terhadap pendidikan. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8(3), 1-12.
Suyanto, B., Hidayat, M. A., Sugihartati, R., Ariadi, S., & Wadipalapa, R. P. (2019). Incestuous abuse of Indonesian girls: An exploratory study of media coverage. Children and Youth Services Review, 96, 364-371. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2018.11.034
Syafitri, I. V., Karnali, Y., & Netrawati, N. (2024). Membantu trauma pada korban kekerasan seksual mengunakan konseling kelompok dengan pendekatan person centered therapy. Penasihat; Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, 5(1), 143-150. DOI: https://doi.org/10.31943/konselelia.v5i1.103
Tamara, A. L., & Budyatmojo, W. (2019). Kajian kriminologi terhadap pelaku mengungkapkan seksual yang dilakukan oleh wanita terhadap pria. Residif: Jurnal Hukum Pidana dan Penanggulangan Kejahatan, 8(2), 139-148. DOI: https://doi.org/10.20961/recidive.
v8i2.40625
Tower, C. C. (2002). Memahami pelecehan anak dan penelantaran. A Pearson Education Company.
Trihastuti, A., & Nuqul, F. L. (2020). Menelaah pengambilan keputusan korban pelecehan seksual dalam melaporkan kasus pelecehan seksual. Jurnal Ilmu Psikologi, 11(1), 1-16.
Tristiadina, A., Dewi, S. F., Isnarmi, I., & Muchtar, H. (2024). Upaya perlindungan terhadap korban kekerasan seksual oleh P2TP2A. Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Politik, 4(1), 84-91. DOI: https://doi.org/10.24036/jecco.v4i1.462
Umma, A. A. T, & Agustin, A. (2023). Gambaran penerimaan diri pada perempuan korban kekerasan. Dalam Seminar Psikomunitas Nasional Psikologi Esa Unggul, 141-148. https://prosiding.esaunggul.ac.id/index.php/SEMNASPSIKOLOGI/article/view/309
Valle, R., Ortiz, A. B., Buccollini, J. A. G., Gutierrez, C., & Martins, S. S. (2018). Intrafamilial and extrafamilial sexual assault and its association with alcohol consumption. Revista de Saude Publica, 52(86), 1-10. DOI: 10.11606/S1518-8787.2018052000539
Vera-Gray, F. (2023). Key messages from research on the impacts of child sexual abuse. CSA Centre.
Yakseb, A. (2024). Peran pendidikan agama islam dalam mengurangi kekerasan seksual anak di Kota Sanana. JUANGA: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan,10(1), 15-25. https://www.e-jurnal.staibabussalamsula.ac.id/index.php/JUANGA/article/view/138
Yunita, A., & Lestari, M. D. (2017). Proses grieving dan penerimaan diri pada ibu rumah tangga berstatus hiv positif yang tertular melalui suaminya. Jurnal Psikologi Udayana, 4(2), 223-238.
Copyright (c) 2026 Venessya Manuhutu, Sri Aryanti Kristianingsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
1) Authors retain copyright and grant the journal the right to first publication, with the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution that allows the sharing of articles published with the acknowledgement of authorship and the initial publication in this magazine.
2) The authors are authorized to make additional contracts separately for distribution of the version of the work published in this journal (for example, publication in an institutional repository or as a chapter of the book), as long as there is recognition of authorship and initial publication in this journal.
3) Authors are authorized and encouraged to publish and distribute their work online (for example, in institutional repositories or on their personal pages) at any time before or during the editorial process, as it increases the impact and reference of the published work.





