Jalan Berliku Menuju Pemulihan Proses Self-Compassion pada Wanita dengan Keguguran Berulang

  • Kezya Jenifer Aring Satya Wacana Christian University, Indonesia
  • Enjang Wahyuningrum Satya Wacana Christian University, Indonesia
  • Wahyuni Kristinawati Satya Wacana Christian University, Indonesia
Keywords: Dewasa Awal, Keguguran Berulang, Self-Compassion

Abstract

Keguguran berulang merupakan peristiwa traumatis yang sering memicu krisis psikologis yang mendalam, ditandai dengan rasa bersalah terhadap diri sendiri, kesedihan yang mendalam, dan isolasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam proses self compassion terhadap diri sendiri pada wanita yang mengalami keguguran berulang dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses tersebut. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif untuk mengeksplorasi pengalaman empat peserta perempuan yang mengalami keguguran berulang (dua hingga empat kali), berusia 20-40 tahun, menikah, dan belum memiliki anak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-struktural, observasi, dan triangulasi sumber (suami dan ibu). Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self compassion terjadi secara non-linear. Proses self compassion dimulai dengan krisis, kemudian menemukan titik balik, dan secara bertahap mengaktifkan self compassion. Proses ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Temuan signifikan lainnya adalah munculnya pertumbuhan pascatrauma. Temuan ini memberikan wawasan teoretis tentang dinamika self compassion dalam keguguran berulang dan menawarkan implikasi praktis untuk intervensi klinis dan dukungan sosial bagi wanita setelah keguguran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfansury, M., & Trisetyono, Y. (2018). Karakteristik keguguran berulang di RSUP dr. Kariadi Semarang. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 7(4), 1661-1667. https://doi.org/10.14710/dmj.v7i4.22260

Apsari, D. A., & Utomo, H. B. (2024). Pentingnya self-compassion bagi kesehatan mental individu. Psikodinamika: Jurnal Literasi Psikologi, 4(1), 25-33. https://doi.org/10.36636/psikodinamika.v4i1.4167

Bailey, S. L., Boivin, J., Cheong, Y. C., Reynolds, E. K., Bailey, C., & Macklon, N. (2019). Hope for the best …but expect the worst: a qualitative study to explore how women with recurrent miscarriage experience the early waiting period of a new pregnancy. BMJ Open, 9, e029354. https://doi:10.1136/bmjopen-2019-029354

Charunnisa, A., & Fourianalistyawati, E. (2019). Peran self-compassion dan spiritualitas terhadap depresi pada ibu hamil. Jurnal Psikologi Ulayat, 6(1), 14-36. https://10.24854/jpu02019-131

Cuenca, D. (2023). Pregnancy loss: Consequences for mental health. Frontiers in Global Women's Health, 3, 1032212. https://doi.org/10.3389/fgwh.2023.1032212

Dira, I. K. P. A., & Wahyuni, A. A. S. (2016). Prevalensi dan faktor risiko depresi postpartum di Kota Denpasan menggunakan edinburgh postnatal depression scale. E-Journal Medika Udayana, 5(7), 1-5.

Fasiha, Kotarumalos, S. S., & Kaisuku, N. F. R. (2025). Perilaku suportif suami terhadap keberhasilan menyusui di masa nifas. Jurnal Kebidanan, 5(1), 12-22. https://doi.org/https://doi.org/10.32695/jbd.v5i1.626

Fatmasuri, A., & Abidin, Z. (2023). Studi kasus tentang self-compassion pada individu dewasa pasca perceraian. Psychocentrum Review, 5(2), 121-131. https://doi.org/10.26539/pcr.521376

Haidi, R. R., & Juariah. (2023). Abortus yang berulang (abortus habitualis): sebuah laporan kasus asuhan kehamilan. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 3(3), 728-735. https://doi.org/10.34011/jks.v2i1.1407

Hanifah, K., Deslinda, G., & Ernawati. (2023). Self-compassion pada wanita yang pernah mengalami keguguran. AL-MURABBI : Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman, 10(1), 15-26. https://10.5362/jam.v10i1.5201

Hasmarlin, H., & Hirmaningsih (2019). Self-compassion dan regulasi emosi pada remaja. Jurnal psikologi, 15(2), 148-156. https://doi.org/10.24014/jp.v14i2.7740

Heriansyah, R., & Dewi, S. S. S. (2019). Motivasi suami terhadap istri yang mengalami abortus di Rsud Kota Padangsidimpuan. Jurnal Kesehatan Indonesia, 4(2), 91-97.

Heriansyah, R., & Dewi, S. S. S. (2019). Motivasi suami terhadap istri yang mengalami abortus di Rsud Kota Padangsidimpuan. Jurnal Kesehatan Indonesia, 4(2), 91-97.

Iwanowicz Palus, G., Mróz, M., & Bień, A. (2021). Quality of life, social support, and self-efficacy in women after a miscarriage. Health and Quality of Life Outcome, 19(16), 1-8. https://doi.org/10.1186/s12955 020 01662 z

Izaah, N., & Widyastuti. (2025). Gambaran tekanan psikologis wanita menikah yang belum memiliki anak dan strategi coping dalam mengatasinya. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(6), 1184-1159. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i6.11019

Jarašiūnaitė-Fedosejeva, G., Kniežaitė, J., Sakalauskienė, E., Ayers, S., Bogaerts, A., & Riklikienė, O. (2024). Guilt-and shame-proneness, birth-related post-traumatic stress, and post-traumatic stress growth ini women with preterm birth. INQUIRY: The Journal of Health Care Organization, Provision, and Financing, 61, 1-16. https://doi.org/10.1177/00469580241299604

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Panduan Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Dalam Situasi Pandemi Covid 19.

Khairunnisa, D. F., Ninin, R. H., & Abidin, F. A. (2022). Self-compassion dan non-suicidal self-injury pada wanita dewasa awal. Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak, 6(2), 334-359. https://doi.org/10.21274/martabat.2022.6.2.334-359

Kim, E. J., An, J. H., Jung, J. Y., Hahm, B. J., & Hong, J. P. (2025). Loneliness, social isolation, and psychiatric disorders: insights from the National Mental Health Survey in Korea. BJPsych Open, 11(4), 1-7. https://doi.org/10.1192/bjo.2025.60

Kosirnik, C., Philippe, R. A., & Pomini, V. (2025). navigating pathways to develop self-compassion in sport, dance, and music: Qualitative insights from volunteer participants on balancing critism and compassion, the pivotal influence of the social environment and strategies to overcome setbacks. PloS One, 20(6), e0326612. 10.1371/journal.pone.0326612

Lim, M. T. A. F., & Kartasasmita, S. (2019). Dukungan internal atau eksternal: Self-compassion dan perceived social support sebagai prediktor stres. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni ,2(2), 551–562. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v2i2.1587

Maulana, H., Mawarputy, M., & Fourianalistyawati, E. Prevalensi depresi pada wanita dengan riwayat keguguran: Studi berbasis data IFLS-5. Jurnal Psikologi, 10(1), 23-38. https://10.24854/jpu469

Mawar, L., Rahmadi, M. A., Nasution, H., & Sihombing, N. (2025). Studi komparatif strategi koping adaptif vs maladaptif pengungsi Timur Tengah. Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 3(2), 58-79. https://doi.org/10.55606/detector.v3i2.4935

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis. SAGE Publications.

Miller, A. J., Smith, M. J. T., & Bilardi, J. E. (2019). There was just no-one there to acknowledge that it happened to me as well: A qualitative study of male partner’s experience of miscarriage. PLos ONE, 14(5): e0217395. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0217395

Moore, S. K., Okst, K., Smith, L., Fatkin, T., Creedon., Fredericksen, A. K., Gawande, R., & Schuman-Olivier, Z. (2022). “Today i can look in the mirror and like myself”: Effects of a trauma-informed mindful recovery program on self-compassion. Frontiers in Psychology, 13, 780383. https://10.3389/fpsyg.2022.780383

Mustary, E. (2021). Pemaadan dan kesejahteraan psikologis individu. Indonesian Journal of Islamic Counseling, 3(2), 70-75. https://doi.org/10.35905/ijic.v3i2.4846

Neff, K. D. (2003). Self-compassion: an alternative conceptualization of a healthy attitude toward oneself. Self and Identity, 2, 85–102. https://10.1080/15298860309032

Neff, K. D. (2009). The role of self-compassion in development: a healthier way to relate to oneself. Human Development, 52, 211-14. https://doi:10.1159/000215071

Neff, K. D. (2022). Self-compassion: Theory, method, research, and intervention. Annual Review of Psychology, 74:193–218. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-032420-031047

Neff, K. D., & Germer, C. (2017). Self-compassion and psychological. In J. Doty (ed.), The Oxford handbook of compassion science. Oxford University Press.

Neff, K. D., & Pommier, E. (2012). The relationship between self-compassion and other-focused concern among college undergraduates, community adults, and practicing meditators. Self and Identity, 1–17, iFirst article. http://dx.doi.org/10.1080/15298868.2011.649546

Ningsih, K. P., Putri, C. R., & Lubis, S. K. S. (2023). Pengaruh trauma masa lalu terhadap kesehatan mental seseorang. Jurnal Penelitian Guru Indonesia, 4(2), 614-622. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v4i2.2337

Nur, H., & Jafar, E. S. (2023). Harapan orangtua terhadap anak: eksplorasi pada nilai anak (value of children) dan perilaku pengasuhan. Talenta: Jurnal Psikologi, 9(1), 21-31. https://doi.org/10.26858/talenta.v9i1.45983

Patnani, M., Takwin, B., & Mansoer, W. W. (2021). Bahagia tanpa anak? Arti penting anak bagi involuntary childless. JIPT: Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 9(1), 117-129. https://doi.org/10.22219/jipt.v9i1.14260

Quenby, S., Gallos, I. D., Dhillon-Smith, R. K., Podesek, M., Stephenson, M. D., Fisher, J., ... & Coomarasamy, A. (2021). Miscarriage matters: The epidemiological, physical, psychological, and economic costs of early pregnancy loss. The Lancet, 397(10285), 1658-1667. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)00682-6

Rahamdhalena, A. A., Dona, S., & Darsono, P. V. (2023). Kesehatan mental ibu pasca abortus di ruang VK bersalin Rumah Sakit Umum Daerah Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru. Midwifery and Complementary Care, 2(2), 90-95. https://doi.org/10.33859/mcc.v2i2.380

Rahmi, N., Azniah., Isa, W. M. L. (2023). Pengalaman ibu hamil yang mengalami kejadian abortus dan kehamilan janin dalam rahim. Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 3(2), 47-56. https://doi.org/10.35892/jimpk.v3i2.1252

Ruslan, I. (2017). Nilai anak dalam perspektif masyarakat multi etnik dan agama. Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humanioran, 8(2), 18-33. https://doi.org/10.26418/j-psh.v8i2.23861

Shin, G., Kim, H. J., & Sung, H. K. (2023). Internal growth of women with recurrent miscarriage: a qualitative descriptive study based in the post-traumatic growth theory. BMS Women’s Health, 23(386), 1-7. 10.1186/s12905-023-02542-6

Stroebe, M., Stroebe, W., Van de Schoot, R., Schut, H., Abakoumkin, G., & Li, J. (2014). Guilt in bereavement: The role of self-blame and regret in coping with loss. PloS One, 9(5), e96606. https://doi:10.1371/journal.pone.0096606

Tavoli, Z., Mohammadi, M., Tavoli, A., Moini, A., Effatpanah, M., Khedmat, L., & Montazeri, A. (2018). Quality of life and psychological distress in women with recurrent miscarriage: A comparative study. Health and Quality of Life Outcomes, 16:150. https://doi.org/10.1186/s12955-018-0982-z

Tedeschi, R. G., Shakespeare-Finch, J., Taku, K., & Calhoun, L. G. (2018). Posttraumatic growth: Theory, research, and applications. Routledge.

Wang, T.T., Liu, Y. L., Hou, Y., li. J. P., & Qiao, C. (2023). The risk factors of pregestational anxiety, depression, and sleep disturbance in women with recurrent pregnancy loss: A cross-sectional study in China. Front. Psychol. 14:116331. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1116331

Wijaya, G. P., & Erawan, E. (2018). Pengalaman traumatis pada wanita yang mengalami keguguran berulang. Experienta: Jurnal Psikologi Indonesia, 6(2), 67-78. https://doi.org/10.33508/exp.v6i2.2722

World Health Organization. (2020). Constitution of the World Health Organization (49th ed., p.1). Geneva: WHO Press. ISBN 978-92-4-000051-3.

Yanti, S. D., & Nurrohmah, A. (2023). Gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang perawatan saat kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Semin II Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Akupuntur, 2(1), 21-28. https://doi.org/10.64314/jikka.v1i2.66

Yulianti, R., Elis, A., & Mustari, R. (2025). Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan abortus pada ibu di RS Khusus Daerah Ibu dan Anak. JKF: Jurnal Kesehatan Fatimah, 1(1), 61-71.

Published
2026-03-01
How to Cite
Aring, K. J., Wahyuningrum, E., & Kristinawati , W. (2026). Jalan Berliku Menuju Pemulihan Proses Self-Compassion pada Wanita dengan Keguguran Berulang. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 8(1). https://doi.org/10.51214/002026081772000
Section
Artikel Dalam Bahasa Indonesia