Manajemen Mutu Pendidikan Agama Islam Di SMK Cendikia Lampung

  • Supria Supria Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung
  • Mispani Mispani Institut Agama Islam Ma’arif NU (IAIMNU) Metro Lampung
  • Tukiran Tukiran Institut Agama Islam Ma’arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui sejauh mana efektivitas Mutu Pendidikan Agama Islam di  . Secara lebih detail, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyususnan perencanaan peningkatan mutu, pengorganisasian, pelaksanaan program dan bentuk pengawasan yang dilaksanakan dalam Mutu Pendidikan Agama Islam. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan pemanfaatan observasi (partisipant observation), wawancara (indept interview), dan pengajian dokumen (dokumen study). Adapun langkah yang ditempuh dalam menganalisis data yaitu dengan cara menyusun data, menghubungkan data, mereduksi penyajian dan kemudian disimpulkan. Sedangkan untuk mencapai kepercayaan data penelitian yang telah dikumpulkan berikutnya di lakukan uji tingkat kepercayaan (Credibilitas) dengan cara perpanjangan keterikatan yang lama, ketekunan pengamatan, melakukan tringulasi, mendiskusikan dengan teman sejawat dan pengecekan anggota. Berdasarkan analisis penelitian, ditemukan   Kecamatan Lempuing sebagai berikut: Perencanaan dilakukan melalui pemilihan dan penetapan kegiatan. Bentuk perencanaan meliputi: Pengaturan sumber daya, pengaturan sumber dana, pengembangan kurikulum dan pembinaan personil organisasi sekolah. Pengorganisasian dilaksanakan dengan proses perincian seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan setiap personil organisasi sekolah dalam mencapai tujuan organisasi. Pelaksanaan belum sepenuhnya mengikuti tahapan pelaksanaan pedoman umum pelaksanaan. Konsep dan tujuan kebijakan Manajemen Mutu Pendidikan Agama Islam belum dipahami secara utuh oleh pelaku kebijakan sebagai akibat dari pelaksanaan sosialisasi kebijakan yang masih temporer dan kurangnya komunikasi dan koordinasi di antara pelaku kebijakan. Pengawasan meliputi tiga tahapan, yaitu: Pengawasan pendahuluan, pengawasan yang dilakukan bersama dengan pelaksanaan kegiatan dan pengawasan umpan balik untuk mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan. Proses pengawasan yang dilakukan antara lain: Penetapan standar kegiatan, penentuan pengukuran kegiatan, pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata, membandingkan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan.

Published
2021-03-31