Fiqh Teachers' Strategies in Developing Students' Affective Domain through Active Learning and Role Modeling at an Islamic Elementary School

  • Sudirman Sudirman Universitas Islam Darud Da'wah Wal-Irsyad A.G.H. Abdurrahman Ambo Dalle, Indonesia
  • Nurzamsinar Nurzamsinar Universitas Islam Darud Da'wah Wal-Irsyad A.G.H. Abdurrahman Ambo Dalle, Indonesia
  • Laila Ngindana Zulfa Universitas Wahid Hasyim Semarang, Indonesia
Keywords: Fiqh teacher strategy, active learning, teacher role modeling, affective domain, Islamic elementary school

Abstract

Fiqh instruction at Islamic elementary schools (Madrasah Ibtidaiyah) has emphasized cognitive mastery, leaving the development of students' affective domain underexplored, particularly through active learning and teacher role modeling. This study describes and analyzes Fiqh teachers' strategies for developing students' affective domain through active learning and role modeling at MI DDI Sulewatang (Sulewatang Islamic Elementary School under the Darud Da'wah Wal-Irsyad foundation), Polewali Mandar Regency, using a qualitative approach with a descriptive case study design. Data were collected through classroom observation, interviews with the head of the madrasah, teachers, and students from grades III, IV, and V, and institutional documentation gathered in 2022, then analyzed through data reduction, display, and conclusion drawing, with validity examined through source and technique triangulation. Findings show that Fiqh teachers developed students' affective domain through six strategies: creating enjoyable learning, activating student participation, applying discussion, using question-and-answer techniques, conducting group learning of four to five members, and demonstrating moral role modeling through polite speech, appropriate dress, religious practice, and positive behavior. These strategies generated increased enthusiasm, greater engagement in answering questions, participation in discussion and group work, and reduced boredom, while teachers' exemplary behavior was observed and imitated by students daily. The study concludes that affective development occurs through integrating participatory activities with the consistency of teachers' personal character, helping students receive, respond to, value, and begin habituating Fiqh values in madrasah life. Teachers are advised to link activities to specific affective objectives and add reflection, while administrators should strengthen collaboration with students' families.

References

Asmani, J. M. (2009). 7 kompetensi guru menyenangkan dan profesional. Power Books.

Ayudia, A., Suryanto, E., & Waluyo, B. (2017). Analisis kesalahan penggunaan bahasa indonesia dalam laporan hasil observasi pada siswa SMP. Jurnal Basastra, 4(1), 34–49. http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/bhs_indonesia/article/view/9972

Dahlia, E. (2021). Strategi peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran pendidikan agama islam di SMP Negeri 8 Lubuklinggau [Tesis magister, Institut Agama Islam Negeri Bengkulu].

Djamarah, S. B., & Zain, A. (2002). Strategi belajar mengajar. Rineka Cipta.

Dunia Dosen. (n.d.). Penelitian studi kasus. https://www.duniadosen.com/penelitian-studi-kasus/

Hamalik, O. (2008). Proses belajar mengajar. Bumi Aksara.

Kementerian Agama RI. (2019). Alquran dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.

Kunandar. (2008). Guru profesional. RajaGrafindo Persada.

Kusumawati, N., & Maruti, E. S. (2007). Strategi belajar mengajar di sekolah dasar. CV. AE Media Grafika.

Majid, A. (2007). Perencanaan pembelajaran: Mengembangkan standar kompetensi guru. Remaja Rosdakarya.

Majid, A. (2013). Strategi pembelajaran. Remaja Rosdakarya.

Maqableh, R. K., & Al-Jamal, D. (2023). The affective domain in English language primary stage reading texts in Jordan: A content analysis. International Journal for Psycho-Educational Sciences, 2(1), 154–165.

Moro, C., Mills, K. A., & Phelps, C. (2024). The CRAFTS learning framework: Equipping learners to create relevant, accessible, fun, tailored and scholarly activities in higher education. Interactive Learning Environments, 32(10), 7230–7241. https://doi.org/10.1080/10494820.2024.2308100

Mu'alifah, N. (2020). Strategi guru fiqh dalam meningkatkan kompetensi spiritual dan kompetensi sosial peserta didik di MAN 1 Trenggalek [Skripsi sarjana, IAIN Tulungagung].

Nasution, H. (1995). Islam rasional: Gagasan dan pemikiran. Mizan.

Pujasari, Y., & Nurdin. (2008). Pengaruh kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan belajar siswa. Jurnal Administrasi Pendidikan, 8(2).

Ratnawulan, E., & Rusdiana. (2015). Evaluasi pembelajaran. Pustaka Setia.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Republik Indonesia. (2005). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Roestiyah, N. K. (2008). Masalah-masalah ilmu keguruan. Bina Aksara.

Saftari, M., & Fajria, N. (2019). Penilaian ranah afektif dalam bentuk penilaian skala sikap untuk menilai hasil belajar. Jurnal Ilmu dan Kependidikan.

Sanjaya, W. (2006a). Pembelajaran dalam implementasi kurikulum berbasis kompetensi. Kencana.

Sanjaya, W. (2006b). Strategi pembelajaran. Kencana Prenada Media Group.

Saondi, O., & Suherman, A. (2010). Etika profesi keguruan. Refika Aditama.

Saputra, M. I. (2015). Hakekat pendidik dan peserta didik dalam pendidikan Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2). https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/tadzakiyyah/article/view/1516

Sarimaya, F. (2009). Sertifikasi guru. Yrama Widya.

Sevilla, C. G. (2018). Pengantar metode penelitian. UI-Press.

SMAN 1 Sekongkang. (n.d.). Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. https://www.sman1sekongkang.sch.id/artikel/113/menciptakan-pembelajaran-yang-menyenangkan

Sucipto, E. (2020). Kompetensi kepribadian guru PAI dalam mengembangkan ranah afektif siswa MTs Mas'udiyah Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar [Tesis magister, Universitas Muhammadiyah Makassar].

Sudjana, N. (2011). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Remaja Rosdakarya.

Sudjana, N., & Ibrahim. (2007). Penelitian pendidikan. Sinar Baru.

Sugiyono. (2008). Memahami penelitian kualitatif. Alfabeta.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.

Sutiyah. (2020). Pelaksanaan guru fiqih dalam penilaian ranah afektif pada peserta didik kelas VIII A di MTs Negeri 2 Bandar Lampung [Tesis magister, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung].

Syaifulloh, A. (2016). Pengaruh strategi problem-based learning (PBL) terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Fiqih di MA Khozinatul 'Ulum Blora Jawa Tengah. Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 3(2). https://journal.walisongo.ac.id/index.php/wahana/article/view/1148

Usman, M. U. (2011). Menjadi guru profesional. Remaja Rosdakarya.

Yanto, B. B. (n.d.). Pengembangan bisnis bervisi kearifan spiritual untuk memakmurkan dan kedamaian global. Jurnal Cakrawala, 3(5). http://repository.upstegal.ac.id/2970/

Yudisman, S. N. (2022). Analisis perbandingan tokoh perpustakaan Paul Otlet dan Sulistyo-Basuki tentang dokumentasi. Jurnal LIBRIA, 13(2), 191–204. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/libria/article/view/12706

 

Published
2026-07-31
How to Cite
Sudirman, S., Nurzamsinar, N., & Laila Ngindana Zulfa. (2026). Fiqh Teachers’ Strategies in Developing Students’ Affective Domain through Active Learning and Role Modeling at an Islamic Elementary School. Berkala Ilmiah Pendidikan, 6(2), 517-527. https://doi.org/10.51214/bip.v6i2.2312