The Concept of Religious Moderation as an Instrument for Moderate Character Education in Schools

  • Padli Padli Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
  • Dodi Irawati Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
Keywords: Religious Moderation, Wasathiyah, Character Education, Moderate, Tolerance

Abstract

Background: Religious, ethnic, and cultural plurality in Indonesia demands an educational foundation capable of preserving national harmony. Phenomena of intolerance and exclusivism frequently seep into school environments, while conventional character education often remains trapped in curriculum formalistic routines that are less responsive to socio-religious dynamics. Therefore, religious moderation (wasathiyah) emerges as a strategic instrument to revitalize the orientation of character education, yielding students who are tolerant, inclusive, and fair without losing their religious identity. Methods: This is a qualitative research using a library research approach based on phenomenological study. Data sources were gathered from published scientific literature ranging from 2017 to 2026, including Sinta- and Scopus-indexed journal articles, textbooks, and curriculum policy documents. Data were collected through documentation techniques and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, & Saldaña as well as thematic analysis by Braun & Clarke. Data validity was maintained through source triangulation techniques. Results: The findings indicate that the concept of religious moderation functions effectively as an instrument for forming moderate character. The internalization of wasathiyah values is carried out in an integrated manner through academic subjects, the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students (P5), and a hidden curriculum in the form of school culture. The success of this instrument is supported by teachers' pedagogical role-modeling, interactive dialogue, and an inclusive educational ecosystem. Moderate character education based on religious moderation is proven to build students' mental immunity and strengthen the climate of social harmony in schools.

References

Abiyuna, T. (2022). Urgensi program pendidikan berkarakter dalam menumbuhkan sikap toleransi siswa (Studi kasus di Kabupaten Purwakarta). Jurnal Kewarganegaraan, 6(2), 4281–4293. https://doi.org/10.31316/jk.v6i2.3704

Ahmad, N., Pratama, N. F., Nusaibah, & Jannah, M. (2025). Islamic education and religious moderation: A case study of the Pancasila Student Project. Syamil Journal of Islamic Education, 13(2), 275–296. https://doi.org/10.21093/sy.v13i2.10765

Amaruddin, H., Atmaja, H. T., & Khafid, M. (2020). Peran keluarga dan media sosial dalam pembentukan karakter santun siswa di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(1), 33–48. https://doi.org/10.21831/jpk.v10i1.30588

Ardiansyah, A., Pitri, A., & Suadi, H. (2026). Critical thinking dan pendidikan moderasi beragama: Strategi penguatan karakter peserta didik sekolah menengah di Jambi. PANDAI: Jurnal Pendidikan, 2(1), 34–48.

Dahari, A. A., Suhid, A., & Fakhrudin, F. (2019). Implementation critical thinking in teaching Islamic education. International Journal of Academic Research in Progressive Education and Development, 8(4).

Guru, P., & Studi, M. I. (2022). Urgensi penguatan karakter moderasi beragama pada guru MI: Studi literatur. Isykah: Jurnal Pemikiran dan Studi Islam, 7(2), 20–29.

Hakim, R. (2015). Pembentukan karakter peserta didik melalui pendidikan berbasis Al-Quran. Jurnal Pendidikan Karakter, 5(2). https://doi.org/10.21831/jpk.v0i2.2788

Hardiyanto, L., Saryono, & Romdanih. (2025). Peran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan dalam mempromosikan moderasi beragama di Indonesia. Jurnal Citizenship Virtues, 5(2), 155–161. https://doi.org/10.37640/jcv.v5i2.2483

Hasanah, H. (2017). Teknik-teknik observasi (Sebuah alternatif metode pengumpulan data kualitatif ilmu-ilmu sosial). At-Taqaddum, 8(1), 21–46. https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163

Hayati, S., Fatchurahman, R., Musdalifah, Hiyang, A., Komariyah, L., & Subaino, L. (2026). Regulatory dualism and polycentric governance in MTs: Challenges in synchronizing policies between. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Sosial, 15(2), 2358–2371. https://doi.org/10.36526/sosioedukasi.v15i2.8478

Hidayat, N. (2020). Filsafat pendidikan Islam: Membangun generasi Ulul Albab. Pustaka Pelajar.

Hidayat, R., Mujiburrahman, Habiburrahim, & Silahuddin. (2024). Metode pembelajaran pendidikan Islam. EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin, 2(1), 34–47.

Ilyas, I., Rosyid, A., & Hamid, T. (2026). The historical development of Islamic educational institutions and its implications for Indonesia’s education system. Golden Ratio of Data in Summary, 6(4), 463–468.

Iqbal, N., & Hamiid. (2025). A systematic literature review on strategies and challenges in instilling the values of religious moderation at the junior high school level. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 28(2), 466–483. https://doi.org/10.24252/lp.2025v28n2i12

Kosim, M. (2017). Pendidikan karakter berbasis keislaman dan keindonesiaan. Jurnal Al-Taujih: Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami, 3(2), 94–106.

Ma’rifah, S., & Negoro, B. N. (2024). Persepsi masyarakat tentang moderasi beragama di Desa Pabuaran Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor. Jurnal Penyuluhan Agama, 11(2), 133–150. https://doi.org/10.15408/jpa.v11i2.41881

Maragustam, F. (2024). Sumber daya manusia (fitrah, akal, qalb, dan nafs) dalam filsafat pendidikan Islam. MA’ALIM: Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 160–174. https://doi.org/10.21154/maalim.v5i1.8425

Mestika Zed. (2018). Metode penelitian kepustakaan. Kencana.

Mufi, A. M., Elhady, A., & Mursalim. (2023). Internalization of religious moderation values: Active tolerance and social harmony in education in Indonesia. El-Tarbawi, 16(1), 1–32. https://doi.org/10.20885/tarbawi.vol16.iss1.art1

Mulyasa, E. (2021). Menjadi guru penggerak Merdeka Belajar. Bumi Aksara.

Nasution, E. J., Mansur, A., & Bakar, A. (2024). Analisis filosofis materi buku ajar PAI dalam muatan moderasi beragama. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan, 21(1), 552–568.

Nufus, H., & Kusaeri, A. (2020). Analisis tingkat kemampuan berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah geometri. Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 5(2), 49–55.

Rahmawati, I., Hidayat, A., & Rahayu, S. (2020). Analisis keterampilan berpikir kritis siswa SMP pada materi gaya dan penerapannya. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan IPA Pascasarjana UM.

Retnaningsih, A. P. (2024). Relevansi konstruktivisme sosial Lev Vygotsky terhadap kurangnya peran orang tua dalam pendidikan moral anak di Indonesia. Sophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan Masyarakat, 7(1), 44–58.

Rizal, Z. A. E. (2025). Integrasi nilai-nilai Paulo Freire dalam kurikulum pendidikan Islam. ARTIK: Artikel Karya Mahasiswa Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. https://doi.org/10.28918/artik.v1i1.11455

Rohayana, D. A. (2019). Urgensi materi maqashid al-syariah pada mata pelajaran PAI. Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 243–260. https://doi.org/10.28918/jei.v4i2.2302

Santoso, G. A., Aina, Qorri, M., Maknun, L., & Muzayanah, N. (2024). Pengukuran sikap dan pemahaman moderasi beragama penyuluh dan guru. Dialog, 47(2), 187–199. https://doi.org/10.47655/dialog.v47i2.989

Shihab, Q. (2019). Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan peran wahyu dalam kehidupan masyarakat. Mizan.

Sirojudin, R., Iriyadi, D., Hilmiyati, F., & Ahmad, L. T. (2025). Peran PAI dalam membentuk akhlak dan moderasi beragama di sekolah (Studi kasus di SMP Negeri 8 dan SMP Bina Cipta Karya Cilegon). Jurnal Paris Langkis: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 6(1), 179–194. https://doi.org/10.37304/parislangkis.v6i1.23994

Soim, M., Samad, D., & Ashadi, A. (2025). Paradigma jalan tengah: Reaktualisasi nilai moderasi beragama dalam bingkai kebangsaan. NUSANTARA: Jurnal for Southeast Asian Islamic Studies, 21(2), 238–246.

Suherman, A. H., Fauziah, N. W., Lameria, S., Supriat, M., & Ramdhani, N. R. (2025). Strategi guru bimbingan dan konseling dalam mencegah radikalisme sebagai akar terorisme di lingkungan pendidikan. Realita: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 10(2), 2881. https://doi.org/10.33394/realita.v10i2.17364

Suryadi, A. (2022). Implementasi nilai kasih sayang dalam struktur kurikulum operasional satuan pendidikan. Jurnal Paedagogia, 11(2).

Taufik, B., Setiawan, H. R., & Pohan, S. (2026). Peran edukatif guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan moderasi beragama bagi siswa SMP se-Kecamatan Sidikalang, Dairi. AMI: Jurnal Pendidikan dan Riset, 4(2), 228–240.

Wijaya, A. (2025). Manajemen pendidikan inklusif di sekolah Islam. Global Press.

Published
2026-10-27
How to Cite
Padli, P., & Irawati, D. (2026). The Concept of Religious Moderation as an Instrument for Moderate Character Education in Schools. Berkala Ilmiah Pendidikan, 6(3), 244-254. https://doi.org/10.51214/bip.v6i3.1878