Pendampingan Self-Awareness Santri untuk Mendukung Kemandirian Belajar di Pondok Pesantren Nur Ma’arif Jambi, Indonesia
Abstract
Kemandirian belajar santri idak hanya dipengaruhi oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kemampuan mengenali kondisi, potensi, keterbatasan, dan tujuan belajar diri sendiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi santri dalam mengembangkan self-awareness sebagai dasar untuk mendukung kemandirian belajar di Pondok Pesantren Nur Ma’arif Jambi. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pemberian materi, diskusi interaktif, refleksi diri, latihan mengenali potensi dan hambatan belajar, penyusunan tujuan belajar, serta evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 72 santri, yaitu kelas I dan kelas II tingkat Tsanawiyah. Evaluasi dilakukan melalui lembar penilaian sebelum dan sesudah pendampingan serta observasi selama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada pemahaman santri mengenai diri, kemampuan mengenali hambatan belajar, penetapan tujuan belajar, pengelolaan waktu, dan tanggung jawab terhadap proses belajar. Secara deskriptif, rata-rata skor keseluruhan meningkat dari 64,3 pada asesmen awal menjadi 82,1 setelah pendampingan. Peningkatan terlihat pada tujuh aspek, yaitu: mengenali potensi diri, mampu mengidentifikasi hambatan belajar, menyadari kebiasaan belajar, menetapkan tujuan, mengelola waktu, bertanggung jawab terhadap tugas, dan mampu melakukan evaluasi diri. Selama kegiatan, santri mulai menunjukkan kemampuan untuk menetapkan target belajar sederhana yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan self-awareness dapat menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk mendukung terbentuknya perilaku belajar yang lebih mandiri, dan terarah pada santri.
Copyright (c) 2026 Nur Cahaya Nasution, Wan Mariah, Nuraini, Junaidi, Addahri Hafidz Awlawi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

