KADER TANGKAS: Akselerasi Kompetensi Deteksi Dini Stunting dan Wasting sebagai Strategi Preventif Masalah Gizi Balita
Abstract
Stunting dan wasting merupakan masalah gizi buruk ganda yang menjadi prioritas kesehatan nasional. Di Desa Citimun, Kabupaten Sumedang, kasus stunting meningkat dari 25 menjadi 35 kasus pada awal tahun 2025, yang diperberat oleh ketiadaan pelatihan kader dalam 5 tahun terakhir serta belum teridentifikasinya kasus wasting secara jelas. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan antropometri, dan kemampuan public speaking kader kesehatan melalui program "Kader Tangkas". Metode pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan terstruktur 30 JPL (kompetensi dasar ILP dan deteksi dini gizi) serta pelatihan public speaking 18 JPL dengan teknik simulasi dan coaching. Evaluasi program dilakukan menggunakan desain pre-post test kuantitatif dan lembar observasi performa penyuluhan pada 25 kader aktif. Hasil evaluasi post-test menunjukkan 88% kader memiliki pengetahuan kategori baik dan 12% kategori cukup, tanpa ada kader berpengetahuan kurang. Performa penyuluhan kader mencapai kriteria sangat baik pada indikator kejelasan bahasa (97%), interaktivitas media (93%), penguasaan materi (98%), dan relevansi materi (99%). Dominasi kader Generasi X dan Y dengan latar belakang pendidikan SMA (72%) serta pengalaman >5 tahun (68%) menjadi faktor pendukung utama akselerasi kompetensi ini. Kedepannya, penguatan tata kelola organisasi dan digitalisasi corporate branding diperlukan untuk menjaga keberlanjutan intervensi preventif stunting di tingkat desa.
Copyright (c) 2026 Nunung Siti Sukaesih, Hikmat Pramajati, Emi Lindayani, Ahmad Purnama Hudaya, Sri Wulan Lindasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

