Penguatan Kelembagaan dalam Upaya Pengembangan Desa Wisata Berahan Kulon Kabupaten Demak, Indonesia

  • Hamsar Suci Amalia Politeknik Negeri Jakarta, Indonesia
  • Aulia Restu Ariyanto Putri Politeknik Negeri Jakarta, Indonesia
  • Mella Narolita Politeknik Negeri Jakarta, Indonesia
  • Rahmi Fadhella Politeknik Negeri Jakarta, Indonesia
  • Lirobbihim Sujjada Politeknik Negeri Jakarta, Indonesia
  • Denaya Putera Politeknik Negeri Jakarta, Indonesia

Abstract

Pengembangan desa wisata memerlukan kelembagaan yang kuat agar pengelolaan destinasi dapat berjalan secara terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan. Desa Wisata Berahan Kulon, Kabupaten Demak, memiliki potensi wisata berupa Embung Rawa Serman, ekowisata pesisir, wisata religi, serta produk UMKM, namun masih menghadapi berbagai kendala kelembagaan, seperti belum optimalnya koordinasi antar pemangku kepentingan, belum jelasnya pembagian peran, dan belum tersusunnya tata kelola pengelolaan desa wisata. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan desa wisata melalui pelatihan yang melibatkan Pemerintah Desa, Pokdarwis Restu Bumi, BUMDes Yo Ben Tho, Karang Taruna, UMKM, dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, penyusunan program, penyusunan materi, persiapan pelaksanaan, dan pelaksanaan pelatihan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, dan survei kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 39%, terutama terkait konsep pengembangan desa wisata, struktur dan fungsi kelembagaan, serta peran masyarakat dalam pengelolaan destinasi. Selain itu, tingkat kepuasan peserta mencapai 91%, yang menunjukkan bahwa materi, metode, dan pelaksanaan pelatihan dinilai sangat baik. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan Desa Wisata Berahan Kulon. Penguatan kelembagaan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola desa wisata yang efektif, partisipatif, dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan daya saing serta memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat.

Published
2026-08-22