Storytelling sebagai Strategi Penguatan Literasi Naratif bagi Siswa Diaspora Indonesia di Lingkungan Multibahasa
Abstract
Siswa Indonesia yang belajar di luar negeri menghadapi tantangan dalam mempertahankan kemampuan literasi bahasa Indonesia karena tumbuh di lingkungan multibahasa yang didominasi oleh penggunaan bahasa negara setempat dan bahasa internasional. Kondisi tersebut menuntut strategi pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga memperkuat kemampuan bernarasi sebagai bagian dari pemeliharaan bahasa dan identitas budaya. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi naratif siswa diaspora Indonesia melalui penerapan storytelling di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi analisis kebutuhan, pretest, pelatihan storytelling, pendampingan praktik, dan posttest. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran hasil belajar, observasi, dan angket respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan storytelling meningkatkan kemampuan literasi naratif siswa yang ditandai dengan peningkatan skor pretest–posttest sebesar 18–25 poin, meningkatnya kemampuan memahami isi bacaan, mengidentifikasi struktur narasi, serta menyampaikan kembali cerita menggunakan bahasa Indonesia secara lebih runtut. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan partisipasi, kepercayaan diri, dan motivasi dalam mengikuti pembelajaran. Program ini juga menghasilkan modul pembelajaran dan dokumentasi kegiatan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar berkelanjutan di sekolah. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa storytelling merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk memperkuat literasi naratif siswa diaspora Indonesia di lingkungan multibahasa serta berpotensi diadaptasi pada sekolah Indonesia di luar negeri lainnya.
Copyright (c) 2026 Mohammad Rokib, Putri Retnosari, Dianita Indrawati, Diding Wahyudin Rohaedi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

