Teori Ekologi Media dan Tantangan Komunikasi Digital Menangani Hoaks dan Cyberbullying di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas
Abstract
Perkembangan pesat media digital di Indonesia telah mencapai tingkat penetrasi yang tinggi, namun hal ini disertai dengan munculnya isu-isu etika digital seperti penyebaran hoaks, perundungan siber, dan perilaku negatif daring lainnya yang berdampak pada sektor pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterampilan komunikasi digital dan literasi media siswa Generasi Z di Madrasah Aliyah Miftahul Falah, Bandung, sebagai upaya mempersiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara mendalam dengan enam informan, yang terdiri dari tiga siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan. Analisis didasarkan pada teori komunikasi massa dan ekologi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki tingkat literasi digital yang relatif baik dalam hal memilih situs web tepercaya dan berkomunikasi di media sosial. Namun, masih terdapat tantangan terkait kesadaran etika, keraguan untuk melaporkan pelanggaran digital, serta kerentanan terhadap perundungan daring. Literasi media sangat penting untuk mencegah pengaruh negatif teknologi terhadap sikap siswa. Kolaborasi aktif antara sekolah, orang tua, dan masyarakat diperlukan untuk memberikan pendidikan etika digital guna menumbuhkan lingkungan komunikasi digital yang aman dan bertanggung jawab.
Copyright (c) 2026 Hilda Sri Rahayu, Fahmi Anwar, Ine Anggaraini , Muhammad Kurnia, Hamzah Ramadhan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

