https://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/issue/feedJurnal Pengabdian Multidisiplin2026-08-23T19:26:27+07:00-rahman@kurasinstitute.comOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;"><strong>[ACCREDITED SINTA 3] </strong>Jurnal Pengabdian Multidisiplin also known as JAPAMUL (Online ISSN <a href="http://u.lipi.go.id/1610529664">2775-2097</a>) published by Kuras Institute in cooperation with Scidac Plus. JAPAMUL concerned and published articles related to the practice and processes of community service, engagement, and empowerment. Every article published is expected to provide insights and inspire activities elsewhere on related issues.</p>https://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/article/view/2069Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Media E-flipbook Terhadap Kemampuan Menulis Teks Prosedur Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Sekolah Dasar2026-08-06T09:48:16+07:00Farisca Hariyanihariyanifarisca@gmail.comSri Lestarilestarisri@unipma.ac.idNaniek KusumawatiNaniek@unipma.ac.id<p>Kemampuan menulis teks prosedur merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang penting dikuasai oleh siswa sekolah dasar. Namun, kemampuan tersebut masih tergolong rendah karena proses pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Discovery Learning berbantuan media E-flipbook terhadap kemampuan menulis teks prosedur pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Experimental Design jenis Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 38 siswa yang terdiri atas 20 siswa kelas eksperimen di SDN Sirapan 01 dan 18 siswa kelas kontrol di SDN Sirapan 02. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan menulis teks prosedur berupa pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelas eksperimen sebesar 86,94, sedangkan kelas kontrol sebesar 81,94. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,109 lebih besar daripada t tabel sebesar 2,028 dengan nilai signifikansi 0,042 (<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa model Discovery Learning berbantuan media E-flipbook berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas V Sekolah Dasar. Model pembelajaran ini mampu mendorong siswa lebih aktif, kritis, serta membantu mereka menyusun teks prosedur secara runtut, logis, dan sistematis.</p>2026-07-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Farisca Hariyani, Sri Lestari, Naniek Kusumawatihttps://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/article/view/2114Efektivitas Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media PhET Simulation terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar2026-08-06T09:47:06+07:00Alvira Thalia Budi Yuniarvirayuniar995@gmail.comCandra Dewigandra@gmail.comEka Nofri Ari YantoAri@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model <em>Problem Based Learning</em> berbantuan media <em>PhET Simulation</em> terhadap prestasi belajar Matematika siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode <em>pre-eksperimen</em> melalui desain <em>one-group pre</em><em>-</em><em>test post</em><em>-</em><em>test</em>. Sampel penelitian berjumlah 21 siswa kelas IV SDN Jatirejo yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa tes prestasi belajar Matematika berbentuk pilihan ganda sebanyak 25 soal dengan 20 soal valid dan reliabel (<em>Cronbach’s Alpha</em> = 0,714). Analisis data dilakukan melalui uji normalitas <em>Shapiro-Wilk</em> dan uji <em>paired samples t-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 60 pada <em>pre</em><em>-</em><em>test</em> menjadi 86 pada <em>post</em><em>-</em><em>test</em>. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, sedangkan hasil uji <em>paired samples t-test</em> memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Temuan tersebut membuktikan bahwa penerapan model <em>Problem Based Learning</em> berbantuan media <em>PhET Simulation</em> efektif dalam meningkatkan prestasi belajar Matematika siswa kelas IV sekolah dasar.</p>2026-07-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Alvira Thalia Budi Yuniar, Candra Dewi, Eka Nofri Ari Yantohttps://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/article/view/2077Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team Games Tournament) Berbantuan Media FTB (Fun Thinkers Book) Terhadap Pemahaman Siswa Pada Materi Bangun Datar Di Kelas II Sekolah Dasar2026-08-06T09:55:37+07:00Thalita Nawwaara Lutfia Nahdathalita209f@gmail.comHartinihartini@unipma.ac.idEka Nofri Ari Yantohartini@unipma.ac.id<p>Pemahaman matematika siswa pada materi bangun datar masih belum optimal. Masih banyak siswa mengalami kesulitan pada mengenali serta membedakan bentuk bangun datar, memahami ciri-ciri, dan mengaitkan bangun datar dengan benda di sekitar. Kurangnya inovasi model serta media pembelajaran yang menarik menjadi penyebab rendahnya pemahaman dalam materi bangun datar. Solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media FTB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT (<em>team games tournament</em>) berbantuan media FTB (<em>fun thinkers book</em>) terhadap pemahaman siswa pada materi bangun datar di kelas II sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eskperimen dan untuk desain penelitiannya menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini dilaksanakan kepada siswa kelas II SDN Bendo 1 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 20 siswa, dengan memberikan pembelajaran menggunakan metode ceramah dan siswa kelas II SDN Sugihwaras 1 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 20 siswa dengan memberikan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media FTB. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes. Menurut analisis data setelah tes, hasil tes kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Nilai uji t ditemukan sebesar 7,987 sedangkan hasil t tabel 2,024. Jika T_hitung = 7,987 > T_tabel = 2,024 maka H_0 ditolak dan H_i diterima. Dengan demikian, bisa disimpulkan hasil penelitian penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media FTB berpengaruh positif terhadap pemahaman materi bangun datar siswa kelas II sekolah dasar.</p>2026-07-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Thalita Nawwaara Lutfia Nahda, Hartini, Eka Nofri Ari Yantohttps://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/article/view/2154Model Project Based Learning (PjBL) Terintegrasi Deep Learning Pada Visualisasi Spasial Siswa Sekolah Dasar2026-08-06T09:44:48+07:00Andika Rizqi Ahmad Fauzyuzzyfauzy03@gmail.comLingga Nico Pradanauzzyfauzy03@gmail.comLiya Atika Anggrasariuzzyfauzy03@gmail.com<p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya kemampuan visualisasi spasial bagi siswa sekolah dasar, terutama dalam memahami konsep bangun datar. Masalah yang sering dihadapi adalah siswa mengalami kesulitan dalam membayangkan bentuk keruangan dalam pikiran mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran <em>Project Based Learning</em> (PjBL) terintegrasi pendekatan <em>Deep Learning</em> pada visualisasi spasial siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen <em>time series</em> dengan desain <em>insterrupted time series design</em>. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji normalitas pada <em>pre-test </em>menunjukan <em>p-value</em> 0,090, sedangkan pada <em>post-test</em> menunjukan 0,409. Nilai tersebut berdistribusi normal pada taraf signifikansi 0,01. Pada hasil hipotesis menunjukan bahwa H0 ditolak sedangkan H1 diterima. Berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model <em>Project Based Learning</em> (PjBL) terintegrasi <em>Deep Learning</em> Efektif memberikan peningkatan terhadap kemampuan visualisasi spasial siswa pada materi bangun datar kelas IV sekolah dasar.</p>2026-07-21T09:35:00+07:00Copyright (c) 2026 Andika Rizqi Ahmad Fauzy, Lingga Nico Pradana, Liya Atika Anggrasari, Liya Atika Anggrasarihttps://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/article/view/2167Penguatan Keterampilan Kerja Sama untuk Membentuk Civic Skill Peserta Didik Melalui Kegiatan Paskibraka di SMA Negeri 1 Kota Madiun, Indonesia2026-08-06T09:44:46+07:00Dinda Putri Nabiladindaaditya012@gmail.comMoh Muchtaromdindaputrinabila@student.uns.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan keterampilan kerja sama peserta didik sebagai bagian dari pembentukan <em>civic</em> <em>skill</em> dalam kehidupan sekolah dan masyarakat. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana penguatan keterampilan kerja sama peserta didik dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler Paskibraka di SMA Negeri 1 Kota Madiun tahun 2025. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis proses penguatan keterampilan kerja sama peserta didik sebagai upaya membentuk <em>civic skill</em>. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan keterampilan kerja sama dilakukan melalui evaluasi rutin setelah latihan, penanaman jiwa korsa dan solidaritas kelompok, pembiasaan mengutamakan kepentingan kelompok, penerapan disiplin dalam mematuhi komando, penyelesaian konflik melalui musyawarah, pemberian tanggung jawab individu, dan pembinaan karakter secara berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa Paskibraka tidak hanya membentuk kekompakan teknis, tetapi juga memperkuat komunikasi, partisipasi, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan orientasi pada kepentingan bersama.</p>2026-07-22T00:14:34+07:00Copyright (c) 2026 Dinda Putri, Moh Muchtaromhttps://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/article/view/2038Urgensi Dimensi Kerjasama dalam Adaptabilitas Karir Masyakarat di Indonesia2026-08-06T09:48:31+07:00Diva Celsya Puti Kinantidivacelsya.2022@student.uny.ac.idSigit Sanyatadivacelsya.2022@student.uny.ac.id<p>Studi ini membahas keterbatasan konseptual dalam penelitian adaptabilitas karier di masyarakat Indonesia, khususnya pengecualian dimensi Kerja Sama dari Skala Adaptabilitas Karier (CAAS). Dengan menggunakan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) dari 28 publikasi dari tahun 2012 hingga 2025, temuan menunjukkan bahwa studi-studi di Indonesia secara konsisten mengadopsi model empat dimensi tanpa evaluasi kritis terhadap relevansi budayanya. Studi ini berpendapat bahwa praktik tersebut mencerminkan bias yang berpusat pada Barat yang mungkin tidak cukup mewakili konteks kolektivis Indonesia. Dimensi Kerja Sama diusulkan sebagai perluasan yang relevan secara budaya, dengan mempertimbangkan peran sentral hubungan sosial, kolaborasi, dan nilai-nilai komunal dalam pengembangan karier. Studi ini berkontribusi pada pengembangan model adaptabilitas karier yang lebih berlandaskan konteks.</p>2026-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Diva Celsya Puti Kinanti, Sigit Sanyatahttps://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/article/view/2153Pelaksanaan Wawancara Integritas dan Sesi Penguatan Individual bagi Calon Duta Pariwisata Tahun 20262026-08-06T09:43:52+07:00Meiske Yunithree Suparmandastinimanuelkitaran.psikolog@gmail.comDastin Imanuelmeiskey@fpsi.untar.ac.id<p style="font-weight: 400;">Pemilihan Duta Pariwisata merupakan salah satu upaya pengembangan sumber daya manusia yang berperan sebagai representasi daerah dalam mempromosikan potensi pariwisata. Namun, proses seleksi umumnya masih berfokus pada aspek pengetahuan, kemampuan komunikasi, dan penampilan, sehingga karakter serta kesiapan psikologis peserta belum tergali secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membantu mitra memperoleh gambaran karakter calon Duta Pariwisata melalui wawancara berbasis karakter yang dilanjutkan dengan sesi penguatan individual oleh psikolog. Kegiatan dilaksanakan kepada 15 calon Duta Pariwisata Tahun 2026 menggunakan metode wawancara semi-terstruktur yang menggali aspek motivasi, dukungan sosial, pengalaman menghadapi tantangan, komitmen, kemampuan mengenali kelebihan dan kelemahan diri, serta integritas. Data dianalisis menggunakan analisis tematik, sedangkan sesi penguatan individual diberikan berdasarkan hasil wawancara masing-masing peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta memiliki motivasi untuk mengembangkan diri, mampu mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan diri, serta memperoleh dukungan sosial dari lingkungan terdekat. Selain itu, sebagian besar peserta menunjukkan komitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan pariwisata, meskipun masih ditemukan kecenderungan overthinking dan kurang percaya diri. Sesi penguatan individual membantu peserta meningkatkan kesadaran diri, memahami potensi yang dimiliki, serta menyusun strategi pengembangan diri. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi mitra sebagai informasi pendukung dalam proses seleksi sekaligus mendukung kesiapan psikologis calon Duta Pariwisata dalam menjalankan perannya.</p>2026-08-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dastin Imanuel, Meiske Yunithreehttps://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/article/view/2195Penggunaan Media Phet Colorado untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas IV2026-08-06T09:43:50+07:00Indri Mulyasariindrimulyasari@gmail.comFikriyahindrimulyasari158@gmail.comFanny Septiany Rahayuindrimulyasari158@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Penelitian ini dilakukan karena terdapat permasalahan yang ada kaitannya dengan rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika materi perkalian. Penggunaan media yang kurang efektif dapat mengakibatkan rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika materi perkalian. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini untuk membuktikan apakah media pembelajaran efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Yang dapat dilihat dari hasil pretest sebelum menerapkan media pembelajaran PeHT Colorado dan hasil posttest setelah menerapkan media pembelajaran PeHT Colorado. Penelitian dilakukan untuk mengukur hasil belajar, hasil belajar diukur secara kuantitatif kemudian dijelaskan dengan menggunakan deskriptif presentase. Penelitian akan dilakukan pada SDN 3 Pangguragan Wetan Kabupaten Cirebon. Subjek penelitiannya adalah seluruh peserta didik kelas IV SDN 3 Pangguragan Wetan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Jumlah seluruh peserta didik kelas IV B adalah 27 peserta didik. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan ketuntasan presentase hasil belajar peserta didik yang meningkat berupa 11,11% pada prasiklus kemudian meningkat menjadi 33,33% pada siklus 1 dan terjadi peningkatan yang cukup drastis pada siklus 2 yaitu 92,59%. Hasil yang dapat dari penelitian dilihat melalui perbandingan pada setiap siklusnya, dengan nilai ketuntasan peserta didik pada akhir siklus yaitu mendapatkan 92,59% dan sudah melebihi indikator keberhasilan penelitian yaitu 80%. Dengan peningkatan jumlah peserta didik yang tuntas pada prasiklus yaitu ada 3, pada siklus 1 ada 9, dan pada siklus 2 ada 25. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulakan bahwasannya, dengan menggunakan media PhET Colorado dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas IV SDN 3 Panguragan Wetan.</p>2026-08-03T09:34:52+07:00Copyright (c) 2026 Indri Mulyasari, Fikriyah, Fanny Septiany Rahayuhttps://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/article/view/2174Pelaksanaan Psikoedukasi Parenting Positif untuk Meningkatkan Pengetahuan Orang Tua dalam Mengelola Stres Pengasuhan di Kelurahan Tanjung Duren Jakarta Barat, Indonesia2026-08-06T19:25:09+07:00Agustinaagustina@fpsi.untar.ac.idDastin Imanueldastinimanuelkitaran.psikolog@gmail.comAnna Maria Leonyjoseline.705230278@stu.untar.ac.idJoselineanna.705230354@stu.untar.ac.id<p>Stres pengasuhan merupakan salah satu tantangan yang sering dihadapi orang tua dalam menjalankan peran pengasuhan, terutama di lingkungan perkotaan dengan tuntutan kehidupan yang semakin kompleks. Hasil penelitian yang dilakukan pada 67 orang tua di Kelurahan Tanjung Duren, Jakarta Barat, menunjukkan bahwa aspek <em>pleasure</em> dan <em>strain</em> berada pada kategori sedang sehingga diperlukan upaya promotif untuk membantu orang tua mengelola stres pengasuhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menyelenggarakan psikoedukasi parenting positif berdasarkan hasil analisis kebutuhan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif, diskusi, dan refleksi yang membahas konsep stres pengasuhan, faktor-faktor yang memengaruhi stres, strategi <em>coping</em> yang adaptif, regulasi emosi, serta penerapan <em>positive parenting</em>. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi dan refleksi serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi selama menjalankan peran sebagai orang tua, seperti kesulitan mengelola emosi, membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, serta menerapkan pola pengasuhan yang konsisten. Diskusi juga menjadi sarana bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman dan memperoleh alternatif strategi dalam mengelola stres pengasuhan. Kegiatan ini memberikan implikasi berupa tersedianya program edukasi yang dapat mendukung upaya promotif dalam meningkatkan kualitas pengasuhan serta menjadi dasar bagi mitra untuk mengembangkan program pendampingan keluarga secara berkelanjutan.</p>2026-08-04T10:50:40+07:00Copyright (c) 2026 Agustina, Dastin Imanuel, Anna Maria Leony, Joselinehttps://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/article/view/2203Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa Sekolah Dasar2026-08-10T19:25:18+07:00Afi Gisfiyani Atmajahabibahpranur@gmail.comPrabawati Nurhabibahprabawati@umc.ac.idAsih Wahyuningsihprabawati@umc.ac.id<p style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk merancang media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR), menganalisis peningkatan kemampuan menulis teks deskripsi, serta mengetahui tingkat kelayakan media tersebut bagi siswa kelas IV sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (<em>Research and Development</em>) dengan menggunakan model 4D (<em>Define</em>, <em>Design</em>, <em>Develop</em>, dan <em>Disseminate</em>). Subjek penelitian terdiri atas 18 siswa kelas IV, satu guru kelas, satu ahli media, dan satu ahli materi. Data dikumpulkan melalui wawancara, tes menulis (pretest-posttest), lembar validasi ahli, serta angket respon siswa dan guru, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media dikembangkan menggunakan platform <em>Assemblr EDU</em> yang menampilkan objek tiga dimensi makanan khas Cirebon (nasi jamblang, docang, dan empal gentong) dilengkapi fitur informasi interaktif dan kerangka penyusunan teks deskripsi. Kemampuan menulis teks deskripsi siswa mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh nilai rata-rata posttest sebesar 88,20 dibandingkan pretest sebesar 67,82, dengan <em>N-Gain</em> rata-rata 0,66 (kategori sedang). Media pembelajaran dinyatakan sangat layak digunakan, dibuktikan melalui validasi ahli media sebesar 92%, ahli materi 90%, serta respon positif siswa 91,7% dan guru 100%. Penelitian ini menegaskan bahwa media pembelajaran berbasis teknologi visual tiga dimensi dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran menulis yang kontekstual, konkret, dan interaktif di sekolah dasar.</p>2026-08-09T05:55:29+07:00Copyright (c) 2026 Afi Gisfiyani Atmaja, Prabawati Nurhabibah, Asih Wahyuningsihhttps://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/article/view/2196Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Educaplay untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Peserta Didik Kelas III Sekolah Dasar2026-08-13T08:13:46+07:00Siti Aisahaisyah12124@gmail.comSatiaisyah12124@gmail.comArief Hidayat Afendi aisyah12124@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar kelas III dalam pembelajaran matematika. Motivasi untuk belajar matematika adalah salah satu faktor dalam mendorong keterlibatan peserta didik selama pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar matematika peserta didik kelas III melalui penggunaan media pembelajaran interaktif <em>Educaplay</em>. Metode yang digunakan yaitu metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model <em>Kemmis</em> dan <em>McTaggart</em>, yang mencakup tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 24 peserta didik kelas III di SDN 3 Panguragan Wetan. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi motivasi belajar yang mengukur aspek tekun, minat, dan mandiri. Data kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif <em>Educaplay</em> dapat meningkatkan motivasi belajar matematika. Hal tersebut dibuktikan pada peningkatan di setiap siklusnya. Persentase peserta didik yang memenuhi kriteria "baik" meningkat dari 33,33% (8 peserta didik) pada pra-siklus menjadi 62,50% (15 peserta didik) pada Siklus I dan mencapai 87,50% (21 peserta didik) pada Siklus II. </p>2026-08-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Siti Aisah, Arief Hidayat Afendi https://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/article/view/2176Storytelling sebagai Strategi Penguatan Literasi Naratif bagi Siswa Diaspora Indonesia di Lingkungan Multibahasa2026-08-18T19:26:42+07:00Mohammad Rokibemrokib84@gmail.comPutri Retnosarimohammadrokib@unesa.ac.idDianita Indrawatimohammadrokib@unesa.ac.idDiding Wahyudin Rohaedimohammadrokib@unesa.ac.id<p style="font-weight: 400;">Siswa Indonesia yang belajar di luar negeri menghadapi tantangan dalam mempertahankan kemampuan literasi bahasa Indonesia karena tumbuh di lingkungan multibahasa yang didominasi oleh penggunaan bahasa negara setempat dan bahasa internasional. Kondisi tersebut menuntut strategi pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga memperkuat kemampuan bernarasi sebagai bagian dari pemeliharaan bahasa dan identitas budaya. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi naratif siswa diaspora Indonesia melalui penerapan <em>storytelling</em> di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi analisis kebutuhan, <em>pretest</em>, pelatihan <em>storytelling</em>, pendampingan praktik, dan <em>posttest</em>. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran hasil belajar, observasi, dan angket respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan <em>storytelling</em> meningkatkan kemampuan literasi naratif siswa yang ditandai dengan peningkatan skor <em>pretest–posttest</em> sebesar 18–25 poin, meningkatnya kemampuan memahami isi bacaan, mengidentifikasi struktur narasi, serta menyampaikan kembali cerita menggunakan bahasa Indonesia secara lebih runtut. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan partisipasi, kepercayaan diri, dan motivasi dalam mengikuti pembelajaran. Program ini juga menghasilkan modul pembelajaran dan dokumentasi kegiatan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar berkelanjutan di sekolah. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa <em>storytelling</em> merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk memperkuat literasi naratif siswa diaspora Indonesia di lingkungan multibahasa serta berpotensi diadaptasi pada sekolah Indonesia di luar negeri lainnya.</p>2026-08-13T08:34:10+07:00Copyright (c) 2026 Mohammad Rokib, Putri Retnosari, Dianita Indrawati, Diding Wahyudin Rohaedihttps://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/article/view/2210Pengaruh Pendekatan Etnomatematika Berbasis Arsitektur Keraton Kasepuhan Cirebon terhadap Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Sekolah Dasar2026-08-18T19:26:41+07:00Nur Azizahzizahnur2908@gmail.comHema Widiawatihema.widiawati@umc.ac.idDianasaridianasari@umc.ac.id<p style="font-weight: 400;">Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih cenderung bersifat abstrak sehingga peserta didik mengalami kesulitan memahami konsep bangun ruang dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan adalah pendekatan yang mengintegrasikan budaya lokal ke dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan etnomatematika pada konsep bangun ruang terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas IV serta mengetahui besarnya peningkatan hasil belajar setelah penerapan pendekatan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode <em>Quasi Experiment</em> dan desain <em>Nonequivalent Control Group Design</em>. Data dikumpulkan melalui <em>pretest </em>dan <em>posttest,</em> kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, <em>Independent Sample t-test</em>, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pebedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan signifikansi 0,000 (<0,05). Hasil analisis N-Gain menunjukkan rata-rata kelas eksperimen sebesar 0,3205 yang termasuk kategori sedang, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,0438 yang termasuk kategori rendah. Dengan demikian, pendekatan etnomatematika berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika peserta didik melalui pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan berbasis budaya lokal.</p>2026-08-16T05:02:33+07:00Copyright (c) 2026 Nur Azizah, Hema Widiawati, Dianasarihttps://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/article/view/2212Pengaruh Etnomatematika Berbasis Makanan Tradisional Kue Lapis dan Serabi Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SD2026-08-18T19:26:41+07:00Dinur Ade Sawitridinurade03@gmail.comHema WidiawatiHEMA@GMAIL.COMDianasariDIANA@GMAIL.COM<p style="font-weight: 400;">Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika peserta didik khususnya pada materi pecahan yang disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang kurang tepat. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah pendekatan etnomatematika yang mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran agar konsep matematika lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan etnomatematika terhadap hasil belajar matematika pada materi pecahan. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain <em>Nonequivalent Control Group Design</em> yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>, lembar observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, <em>independent sample t-test</em> dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan etnomatematika memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar matematika. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,3578 berada pada kategori sedang, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai N-Gain sebesar 0,1270 yang berada pada kategori rendah. Pendekatan ini juga mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui pemanfaatan makanan tradisional sebagai media konkret berbasis budaya lokal dalam memahami konsep pecahan. Pembaharuan penelitian ini terletak pada integrasi makanan tradisional sebagai konteks etnomatematika dalam pembelajaran pecahan sehingga mampu menghubungkan konsep matematika dengan pengalaman budaya peserta didik. Temuan ini memberikan implikasi bahwa pendekatan etnomatematika dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar matematika sekaligus memperkuat pelestarian terhadap budaya.</p>2026-08-16T05:10:44+07:00Copyright (c) 2026 Dinur Ade Sawitri, Hema Widiawati, Dianasarihttps://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/article/view/2181Pengaruh Model Inquiry-Based Learning Berbantuan Media Pembelajaran Educaplay Terhadap Keterampilan Menyimak Siswa Kelas IV Sekolah Dasar2026-08-18T19:26:40+07:00Ade Eva Apriliaakunnoname11223344@gmail.comSri Lestarisri@gmail.comRaras Setyo Retnoraras@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menyimak siswa sekolah dasar yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang memanfaatkan media pembelajaran interaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model <em>Inquiry-Based Learning</em> (IBL) berbantuan media pembelajaran Educaplay terhadap keterampilan menyimak siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>Quasi Experimental</em> tipe <em>Nonequivalent Control Group Design</em>. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV MIN 2 Kota Madiun tahun ajaran 2025/2026 sebanyak 80 siswa. Sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 25 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pre-test dan post-test, sedangkan analisis data menggunakan uji Shapiro–Wilk, Levene, Mann–Whitney, dan Wilcoxon dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelompok setara dengan nilai signifikansi 0,194 (>0,05). Kelompok kontrol tidak mengalami peningkatan keterampilan menyimak yang signifikan dengan nilai signifikansi 0,809 (>0,05), sedangkan kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Dengan demikian, penerapan model <em>Inquiry-Based Learning</em>berbantuan media Educaplay berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menyimak siswa kelas IV Sekolah Dasar dan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, serta bermakna.</p>2026-08-17T00:01:14+07:00Copyright (c) 2026 Ade Eva Aprilia, Sri Lestari, Raras Setyo Retnohttps://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/article/view/2201Pemanfaatan Buku Cerita Bergambar dalam Menumbuhkan Minat Membaca Siswa Kelas II Sekolah Dasar 2026-08-18T19:26:40+07:00Diah Komala Sariprabawati@umc.ac.idPrabawati Nurhabibahprabawati@umc.ac.idWidia Nur Jannahprabawati@umc.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan buku cerita bergambar dalam menumbuhkan minat membaca siswa kelas II sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga guru kelas II SDN 2 Kaliwulu. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan buku cerita bergambar mampu meningkatkan minat membaca siswa melalui penyajian ilustrasi yang menarik dan cerita yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penggunaan media ini mendorong siswa lebih antusias mengikuti kegiatan membaca, lebih mudah memahami isi bacaan, serta lebih aktif dalam menceritakan kembali isi cerita. Selain itu, buku cerita bergambar membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan bermakna serta mendukung penanaman nilai-nilai karakter. Dengan demikian, buku cerita bergambar dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan minat membaca siswa sekolah dasar dan mendukung penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah.</p>2026-08-18T11:28:18+07:00Copyright (c) 2026 Diah Komala Sari, Prabawati Nurhabibah, Widia Nur Jannahhttps://journal.kurasinstitute.com/index.php/japamul/article/view/2213Penguatan Kelembagaan dalam Upaya Pengembangan Desa Wisata Berahan Kulon Kabupaten Demak, Indonesia2026-08-23T19:26:27+07:00Hamsar Suci Amaliahamsar.suciamalia@mesin.pnj.ac.idAulia Restu Ariyanto Putriaulia.restu.ariyanto.putri@bisnis.pnj.ac.idMella Narolitamella.narolita@bisnis.pnj.ac.idRahmi Fadhellarahmi.fadhella@bisnis.pnj.ac.idLirobbihim Sujjadasajjada@gmail.comDenaya Puteraputera@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Pengembangan desa wisata memerlukan kelembagaan yang kuat agar pengelolaan destinasi dapat berjalan secara terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan. Desa Wisata Berahan Kulon, Kabupaten Demak, memiliki potensi wisata berupa Embung Rawa Serman, ekowisata pesisir, wisata religi, serta produk UMKM, namun masih menghadapi berbagai kendala kelembagaan, seperti belum optimalnya koordinasi antar pemangku kepentingan, belum jelasnya pembagian peran, dan belum tersusunnya tata kelola pengelolaan desa wisata. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan desa wisata melalui pelatihan yang melibatkan Pemerintah Desa, Pokdarwis Restu Bumi, BUMDes Yo Ben Tho, Karang Taruna, UMKM, dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah <em>Participatory Rural Appraisal</em> (PRA) yang dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, penyusunan program, penyusunan materi, persiapan pelaksanaan, dan pelaksanaan pelatihan. Evaluasi dilakukan menggunakan <em>pre-test, post-test</em>, dan survei kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 39%, terutama terkait konsep pengembangan desa wisata, struktur dan fungsi kelembagaan, serta peran masyarakat dalam pengelolaan destinasi. Selain itu, tingkat kepuasan peserta mencapai 91%, yang menunjukkan bahwa materi, metode, dan pelaksanaan pelatihan dinilai sangat baik. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan Desa Wisata Berahan Kulon. Penguatan kelembagaan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola desa wisata yang efektif, partisipatif, dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan daya saing serta memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat.</p>2026-08-22T05:47:31+07:00Copyright (c) 2026 Hamsar Suci Amalia, Aulia Restu Ariyanto Putri, Mella Narolita, Rahmi Fadhella, Lirobbihim Sujjada, Denaya Putera